Triplets 85-88




TRoS udah memasuki episode 85, gak kerasa Daehan, Minguk, Manse makin besar dan makin ganteng. Tingkah mereka juga makin lucu. Tapi kali ini saya akan merecap episode 84. Appa dan triplets pergi ke desa. Mereka belajar menanam padi dan mencari kerang di lumpur. Kalau ingat episode 45 rasanya gak mungkin triplets mau main kotor-kotoran, tapi ternyata triplets enjoy main kotor-kotoran sama Appa. Daehan Minguk yang anti kotor kini berani megang lumpur, kalau Manse mah jangan ditanya, si empunya jiwa semangat bebas, apa aja dia libas, mau lumpur sekalipun. Pada saat belajar menanam padi di sawah, awalnya triplets terlihat ragu, setelah dirayu kakek petani dan salah satu orang tua anak yang ikut berpartisipasi belajar menanam padi akhirnya mereka pun menikmati senangnya bermain di sawah.
Saat makan tiba, warga setempat membuat mie kuah merah yang mengundang selera, Daehan Minguk Manse yang “koromod” tanpa pikir panjang langsung melahap mie yang telah disajikan, mereka layaknya petani yang kelelahan setelah menanam padi. Tak sadar tanah lumpur pun sudah mengering di kaki, tangan bahkan wajah triplets. Lutunaaaa...
Setelah selesai makan siang, triplets dan Appa membersihkan diri di aliran air bersih sekitar sawah, sesekali Appa menjaili triplets dengan lobster kecil yang ada di aliran air tersebut. “Manse apa kamu kedinginan?” kata Appa. “Aku tidak kedinginan” kata Manse. “Terus kenapa badanmu bergetar?” “Badanku bergetar karena aku takut lobster” haha ... Ah, kalau sudah jail-jailan gitu saya selalu membayangkan punya suami seperti Il Kook yang kadang bisa menjadi teman untuk anak-anaknya ... haha ...
Dengan membawa lobster kecil masing-masing, Daehan Minguk Manse pergi ke rumah sederhana khas korea milik salah satu warga setempat yang biasa dijadikan tempat menginap para wisatawan yang pergi ke desa tersebut. Disitu ada sepasang kakek nenek yang begitu ramah menyambut tiga anak super lucu dan appa superman yang ganteng. “Anyeong haseyo ...” sapaan hangat triplets untuk kakek dan nenek pemilik rumah. “ahh yepo (lucu) ...” balas nenek.
Appa menyiapkan bak plastik berukuran besar untuk triplets mandi setelah seharian main lumpur di sawah. Bak plastik tersebut cukup untuk menampung triplets. Dan akhirnya triplets pun mandi dengan riang. Sesekali mereka saling mengguyur air satu sama lain. Membuat Appa pun senang melihat anak-anaknya saling membantu. Minguk yang melihat lumpur kering yang tertinggal di kaki Appa langsung meminta Appa untuk mendekat dan menawarkan diri untuk membersihkannya. Dengan senang hati Appa pun mendekati Minguk dan si morning angle ini pun membersihkan kaki Appa dibantu Daehan hyung. Perhatian anak pada Appa nya yang pastinya lelah menghabiskan waktu untuk menemani triplets belajar segala macam hal yang berguna untuk mereka kelak. Dari awal mereka join di TRoS pun Il Kook sudah banyak memperkenalkan dunia luar pada triplets, bahkan mungkin sebelum mereka menjadi anggota keluarga TRoS. Hal ini semata agar anak-anaknya mempunyai jiwa sosial dan mengenal berbagai macam hal. The best Appa is Song Il Kook....
“Siapa yang mau Appa angkat duluan?” kata Appa. “Daehanie ...”. Il Kook pun mengangkat Daehan dari bak dan mengandukinya dengan handuk merah muda bermodel lucu untuk balita. Daehan yang sudah dibungkus handuk duduk manis sambil terlihat sesekali kedinginan. Setelah itu giliran Manse, Manse melihat ke arah dalam rumah “ Daehan mana? Apa sudah masuk ke dalam?” tanya Manse. Manse nampaknya tak melihat Daehan yang dibungkus handuk seperti boneka. “ini Daehan” kata Appa sambil menunjuk Daehan disampingnya. Setelah melihat Daehan Manse pun langsung terkekeh kekeh. The last Mingukie, Minguk terlihat paling kedinginan, badannya pun bergetar. Tapi setelah dibungkus handuk Minguk mulai comel dengan dialog dari cerita yang selalu mereka dengar. Triplets pun didekatkan satu sama lain, mereka tertawa senang sambil bercanda dengan Appa.
Malam tiba, triplets dan Appa membuat adonan mie, lebih tepatnya hanya Appa yang membuat adonan mie triplets hanya merecoki. Tapi Appa tetap senang dengan bantuan tripelts. Meski anak kota, Appa Il Kook ini jago masak loh, dari empat Appa yang join di TRoS, menurut saya Il Kook ada di urutan kedua Appa terajin masak setelah Appanya Sarang, sang atlet chef. Kenapa? bisa dilihat kok dari hasilnya, semua masakan yang pernah dimasak Il Kook tak pernah satu pun ditolak triplets, mungkin karena triplets juga jago makan kali ya. Pas deh ... hehe...
Yups itu tadi recap episode 84, sekarang ini saya tidak bisa tidak menonton setiap episode TRoS. Setiap senin pagi saya akan siap mendownload TRoS, karena setiap episodenya selalu membuat penasaran dan penasaran terus, apalagi setelah melihat review episode selanjutnya. Tingkah apa lagi yang akan dilakukan triplets dan Appa? Begitu pula dengan anggota keluarga TRoS yang lainnya. So, keep watching TRoS beybeh...
Nampaknya saya akan sekaligus melanjutkan episode 85, biarpun untuk subtitlenya belum ada, saya akan coba merecap sesuai dengan pengetahuan dan insting saya, hehe. Subtitle TRoS biasanya tersedia di hari Jumat atau Sabtu, berhubung ini hari kamis saya belum bisa mendownloadnya. Oke deh lanjut...
Setelah membuat adonan mie triplets dan Appa akhirnya makan mie buatan Appa, dimasak dengan kuah dan diberi sayuran, saya tak tahu apa namanya (beginilah gak ada subtitle). Nenek dan Kakek pemilik rumah pun dibuatkan oleh Appa, ternyata Nenek juga membuat kuah pedas berisi sayuran juga untuk Appa. Appa makan dengan lahap seperti biasa, triplets juga, cuma nampaknya Minguk kok gak selahap biasanya. Entahlah...
Appa menyendok kuah peas buatan nenek, Daehan yang melihat Appa nampaknya juga “kabita” akhirnya Daehan juga menyendok kuah pedas tersebut, awalnya wajah Daehan kepedesan, saya pikir Daehan kapok, tapi kesananya malah ketagihan meski kepedesan. Setelah makan mereka pun pergi tidur. Di ruangan sederhana ditutupi kelambu anti nyamuk, triplets dan Appa nampak nyaman. Seperti tidur di rumahnya sendiri. aah...makin kagum saya sama keluarga ini. sebelum tidur tidak lupa video call Eomma, memberi kabar dan diakhiri ucapan sayang dari Eomma untuk triplets, tidak lupa juga untuk Appa... ehem..uhuk uhuk...
Esoknya triplets dan Appa belajar buar rumput laut, setelah selesai membuat rumput laut, mereka pun bisa memakannya dengan kue beras. Manse dan Minguk berbagi dengan para kru, so sweet... Appa tetap dengan kejahilannya, nempelin rumput laut berbentuk kumis dibawah hidung Daehan dan Manse.  Keduanya nampak seperti mario bros dan charly chaplin. Mereka pun asik makan, bernyanyi dan joged-joged.
Ada satu keluarga yang ikut belajar membuat rumput laut. Anak pertamanya seumuran triplets, 4 tahun dalam umur Korea. Il Kook pun bertanya berat badan anak tersebut yang terlihat tak biasa. Il Kook sangat kaget ketika mengetahui berat badan anak tersebut, 24 kg!. Manse juga ikut tertawa saat mengetahui berat anak tersebut. Berbeda 6 kg dengan triplets yang rata-ratanya 18 kg, haha ... Jalan-jalan hari ini pun ditutup dengan pencarian kerang di hamparan lumpur, seperti yang saya ceritakan sebelumnya triplets kini mulai enjoy dengan hal-hal berbau lumpur.
Kembali ke rumah nenek dan kakek, triplets dan Appa mempersiapkan bumbu-bumbu yang sudah difermentasi. Biasanya, selain bumbu-bumbu, masayarakat tradisional korea pun membuat kimchi yang difermentasi di dalam sebuah gentong tanah liat. Bumbu-bumbu itu akan dicampur dengan ikan yang sudah direbus, diaduk sampai ikan hancur, nampak lezat.
Seperti yang sudah diajarkan Appa, orang yang lebih tua harus makan terlebih dahulu, maka triplets dengan sabar menunggu suapan pertama Appa, setelah Appa memasukan suapan pertama ke dalam mulutnya, wajah triplets yang fokus pada Appa akhirnya bisa berseri setelah Appa mempersilakan triplets untuk makan. Minguk dan Daehan langsung makan ikan bumbu dengan suapan yang besar.
Di tengah makan siang, seekor lalat hinggap di tikar dekat Minguk, Minguk yang takut binatang terbang pun langsung meminta Appa mengusir lalat sambil merengek. Appa yang sibuk makan pun meminta Minguk untuk bersabar sebentar, “nanti juga lalatnya terbang  lagi” kata Appa. “Nanti juga lalatnya pergi, jangan nangis Minguk” kata Manse yang ikut menghibur Minguk, sayangnya lalat tetap anteng di dekat Minguk, Minguk yang semakin merengek pun membuat Appa mendaratkan pukulan di dekat si lalat, akhirnya si lalat terbang, Minguk pun mengikuti Appa, ia memukul-mukulkan pemukul lalat agar lalat tak kembali, lalu Minguk pun diam seketika dan kembali menikmati makanannya. Dasar Mingukie-ku sayang...
Waktu kembali ke rumah tiba, Appa dan triplets berpamitan dan berterimakasih pada kakek dan nenek yang sudah menjamu mereka dengan baik, triplets pun memberikan pelukan hangat pada Kakek dan Nenek, tak lupa dokumentasi Appa di ponselnya plus foto groufie yang manis. Nenek juha memberikan uang pada triplets, meskipun Appa sudah menolaknya tapi nenek tetap keukeuh memberikan uang tersebut sebagai tanda sayangnya nenek pada triplets, meski triplets hanya beberapa hari tinggal di rumahnya. Akhirnya triplets pun menerima uang dari nenek, mirip budaya di kita juga yah, hehe...
Triplets dan Appa berjalan semakin menjauh, nenek masih memerhatikan triplets. Terlihat nenek begitu menyukai triplets. Manse si free spirit langsung naik ke koper yang ditarik Appa. Tingkah lucu Manse pun mengakhiri episode 85. Hmm... coba triplets berkunjung ke rumah noona di Indonesia, noona pasti menjamu triplets dengan sangat sangat sangat baik. Hohoho...
Sabtu malam ku sendiri... itu lirik lagu yang sudah jadi OST saya setiap minggu (curcol), biasanya untuk membunuh waktu di sabtu malam saya siap membuka laptop dan menonton koleksi film atau serial yang saya punya. Setelah mata googling kesana kemari melihat semua judul film dan serial yang ada, akhirnya saya putuskan untuk menonton lagi trilogi Lord of The Ring karya J.R.R Tolkien, habisnya saya kangen sama kakek Gandalf dan bang Aragorn. Tapi alih-alih menonton film fantasi epik yang menegangkan, seperti sebelum-sebelumya saya malah banyak termewek-mewek, entahlah mungkin karena saya terlalu rapuh hahaha...
Mulai dari scene terbunuhnya Boromir oleh bangsa Orc yang wujudnya super duper menyeramkan, scene Frodo dan Sam yang akhirnya bertemu kembali setelah berpisah karena kesalahpahaman, scene Faramir yang terpaksa melawan bangsa Orc karena dipaksa oleh ayahnya si Raja Gondor yang tak pernah menganggapnya sebagai anak, dan entah scene yang mana lagi, sebenarnya ada banyak scene yang saya lewat juga soalnya kalau udah liat bangsa Orc itu suka kebawa mimpi, sereeeeem.... Akhirnya tontonan maraton pun selesai, waktu menunjukkan pukul 12 malam. sebelum tidur saya butuh obat untuk menghilangkan bayangan Orc di benak saya, tentu saja obat yang paling ampuh adalah menonton triplets. Khusus best scene dari triplets, saya pilih mengulang video saat triplets pertama join di TRoS, saat mereka masih cadel dan lucu saat berjalan. Kangen...
Sekarang di umur mereka yang menginjak tiga tahun tentu sudah banyak berubah, tapi saya tetap jatuh cinta, kalau saat mereka masih berumur dua tahun saya teramat kagum dengan kepolosan dan kelucuan mereka, sekarang saya terkagum-kagum dengan pertumbuhan dan kepintaran mereka.
Di episode 87 dan 88 Appa mengajak triplets kemping ke sebuah bumi perkemahan, kali ini Appa mempersiapkan semuanya dengan baik, Appa tak mau mengulang kegagalan kemping di episode 67 lalu. Terlihat dari semua perlatan kemping yang sudah disiapkan Appa. Sebelum berangkat triplets tentu harus sarapan terlebih dahulu. Setelah selesai makan Minguk dan Daehan membereskannya sendiri, mulai dari menaruh mangkuk ke tempat cuci piring, sampai mengelap alas makan dan meja yang tercecer makanan. Appa yang sedang beristirahat di ruang tengah, terkagum-kagum melihat pertumbuhan triplets, ia sesekali melihat ke arah dapur secara diam-dia dan tersenyum. Sebelumnya mereka juga pernah melakukan hal tersebut tapi saat itu masih dibantu Appa. kalau sekarang mereka melakukannya sendiri. Dan saya dibuat terharu oleh sang morning angel, Minguk. Saat itu Manse si bungsu masih duduk di kursi seperti seorang bos ganteng. Minguk yang sedang santai pun diminta Appa untuk membantu Manse apabila Manse sudah selesai makan.
“Baik, aku akan melakukannya!” kata Minguk dengan sigap seperti seorang tentara yang mendapat perintah dari atasannya. Minguk pun menghampiri Manse, “Apa kamu sudah selesai makan?” tanya Minguk. Manse hanya membalas dengan beberapa anggukan kepala. Minguk pun menaruh mangkuk Manse di tempat cuci piring. Saat itu Manse meminta Minguk melepas alas makan miliknya, maka dengan cekatan Minguk pun membuka alas makan milik Manse dan membersihkannya, Minguk nampak keibuan, haha... Disitu saya merasa terharu.
Appa dan tripelts pun keluar dari apartemen dengan beberapa koper, tripelts pun nampak menggunakan seragam. Mungkin itu seragam pramuka di Korea, karena ada lambang yang tak asing bagi saya di bagian dada sebelah kanan seragam yang dipakai triplets. Dan setelah saya dengan seksama lambang tersebut memang sama dengan lambang yang ada di seragam pramuka di Indonesia, setelah saya coba searching ternyata lambang tersebut adalah lambang WOSM (Pandu Dunia). WOSM singkatan dari World Organization of the Scout Movement. Lambang kepramukaan ini dijadikan lencana pada seragam pramuka dan menjadi tanda umum gerakan pramuka, tanda ini dikenakan di baju seragam pramuka di dada sebelah kanan untuk anggota putera dan kerah baju sebelah kanan untuk anggota puteri. Dari pengertian yang saya ambill dari blog Pramukaria, lambang WOSM ini terdiri atas gambar bunga lili dengan tiga ujung, kompas, dan dua bintang yang dilingkari tali bersimpul mati. Gambar berwarna putih dengan warna latar berwarna ungu. Hingga kini lambang tersebut masih digunakan di banyak organisasi kepramukaan di berbagai negara, termasuk Korea Selatan tentunya. Jujur saja saya baru tahu kalau itu lambang pramuka sedunia, selama ini saya hanya pakai saja tanpa mengerti dari setiap lambang yang ada di baju pramuka.ckckck...
Di perjalanan Minguk bernyanyi lagu Dinnosaurus kesukaannya, lengkap dengan gaya Tyrannosaurus, salah satu jenis Dino kesukaannya. Akhir-akhir ini Kkukie memang sering bergaya ala T-Rex, jari telunjuk dan jari tengah dibengkokkan seolah akan menerkan, lengkap dengan gaungannya. Tapi berbeda dengan T-Rex yang ganas dan menakutkan Mingukiesaurus teramat imut dan menggemaskan. Saya selalu tertawa dibuatnya.
Tiba-tiba di tengah perjalanan ada sepasang replika Dino berukuran besar yang dibawa sebuah mobil bak besar di samping mobil triplets. Seketika tripelts pun fokus pada dua Dino tersebut, Daehan nampak kagum dengan replika Dino yang besar. Manse dan Minguk pun bernyanyi lagu Dino dan akhirnya mobil Dino pun terkalahkan dengan kecepatan mobil Appa dan semakin menjauh.
Daehan dan Manse pun tertidur di dengan nyaman di car seat, sedang Minguk terdiam. Appa pun langsung menyetel musik ceria  dari  Crayon Pop, salah satu girl band Korea Selatan. Minguk sejenak memerhatikan musik dengan seksama, dan sudah bisa di tebak, kepalanya langsung bergoyang-goyang, begitu pula denga Appa, Appa dan Minguk pun bernyanyi bersama, namun Minguk nampak ingin bernyanyi sendiri, dan Appa pun mengalah meski sebelumnya Appa menjahili Minguk terlebih dahulu dengan masih ikut bernyanyi setelah Minguk meminta Appa untuk jangan ikut bernyanyi. Appa nampaknya tak ingin membuat mood baik Minguk berubah karena Minguk memang paling hobi bernyanyi, Minguk pun dengan leluasa bernyanyi. Untuk bagian ini kalian harus lihat langsung videonya, lucu deh...
Setelah sampai di bumi perkemahan, triplets bermain dengan beberapa anak yang juga berkemah dengan keluarganya, sedangkan Appa sibuk membuat tenda. Triplets asik bermain di sebuah tenda yang diikat ke pohon seperti ayunan dan bisa dijadikan permainan lompat-lompatan, jenis kain yang licin membuat Minguk sesekali terpeleset, tentu karena Minguk punya otak encer ia pun langsung membuka kaus kakinya dan menyimpannya di dalam sepatu, sedangkan Manse sang bos ganteng yang juga kesulitan bermain karena licin meminta anak perempuan yang baru saja dikenalnya untuk membukakan kaus kakinya, ya ampun Manse...
Tentu saja Manse sang laddy killer itu mampu membuat noona melakukan apa yang dimintanya meski dengan malu-malu. Daehan Minguk Manse pun kembali bermain, mulai dari berakting sebagai pangeran, T-Rex sampai kapten bajak laut. Saking asyik bermain, triplets sampai tak meyadari bahwa teman-teman lainnya sudah berpindah tempat bermain. Manse pun langsung memanggil teman-temannta “Teman-teman, ayo bermain sama Manse”. Sepertinya mereka tak mendengar teriakan Manse, akhirnya Manse pun menghampiri mereka dengan menggunakan sepatu anak wanita yang ada di dekatnya. Dasar Manse... Tada....! tenda selesai. Appa langsung menjemput triplets untuk beristirahat.
Appa mengajak triplets menjaring ikan di sungai. Triplets pun masing-masing diberikan jaring dan pelampung berbentuk buaya dan pesawat. Appa dan triplets pun serius mencari ikan, tapi sayang ikan-ikan tak mau dijaring Appa. Appa hanya mendapatkan ikan-ikan kecil. Namun triplets tetap senang diajak Appa ke sungai. Minguk beberapa kali masuk ke dalam air karena permukaan sungai yang tak rata dan membuatnya menangis, duh kkukkie sayang jangan cengeng ya.... Daehan asyik membantu Appa menjaring ikan, sedang Manse bermain-main dengan air, ia jongkok dan berdiri berulang-ulang kali ke dalam air sungai kurang lebih setinggi 50 cm.
Minguk si chubby tak mungkin bisa diam lama tanpa makan, bahkan buah arbei di sekitar tenda pun menjadi incarannya. Dahan pohon arbei yang lebih tinggi dari badannya pun membuat Minguk kesulitan memetik buah arbei yang sedang berbuah itu. Ia pun meloncat-loncat meraih dahan yang terdapat banyak buah arbei. Namun Minguk tak kunjung meraihnya, tapi bukan Minguk namanya kalau menyerah soal makanan. Ia terus berusaha bahkan dengan menggunakan alat pemukul lalat. Dengan begitu Minguk pun berhasil mendapatkan banyak arbei. Makan dan makan terus, tanpa berhenti, sampai Manse mengampiri Minguk dan ikut bergabung memetik arbei hingga buah arbei tak bersisa. Ckck..duet Minguk Manse daebak!
Daehan sang anak Appa sibuk membantu Appa membuat makanan. Appa sepertinya kebingungan dan sibuk mencari sesuatau. Ternyata Appa lupa membawa pasta kacang kedelai. Appa pun meminta Daehan dan Manse untuk meminta sedikit pasta kacang kedelai ke salah satu keluarga yang dekat dengan tenda mereka. Namun seperti biasa, lima menit kemudian Daehan dan Manse muncul, keduanya membawa sesuatu, tapi bukan pasta kacang kedelai, Daehan membawa cabai hijau dan Manse membawa daging iga panggang. Hadeuuuh...kelakuan anak Il Kook...
Appa pun menyambutnya dengan gelak tawa, melihat kelakuan anak-anaknya. Appa tak memarahi Daehan dan Manse, justru Appa meminta triplets untuk membawakan buah-buahan sebagai rasa terimakasih kepada keluarga yang sudah memberikan mereka cabai hijau dan daging. Mereka pun membawa buah-buahan disusul Appa yang membawa satu buah semangka berukuran besar. Appa, triplets dan keluarga itu pun semakin dekat. Bahkan triplets juga diberikan masing-masing satu sosis panggang. Itu semua karena keluarga itu juga terlihat sangat menyukai triplets.
Setelah berkunjung ke tenda keluarga itu, Appa mengajak triplets untuk memanggang daging kesukaan triplets. Namun daging tak kunjung matang, sepertinya Appa gagal memanggang daging, sampai Appa menyerah dan memilih menumis daging di teflon, triplets menunggu dengan sabar sambil mengusir nyamuk yang mengganggu mereka, Manse dan Minguk berlari kesana kemari sambil memukul-mukulkan alat pemukul ke udara. Dan malam pertama kemping pun ditutup dengan makan malam yang menyenangkan.
Di episode selanjutnya, keseharian triplets dimulai pada pagi hari di bumi perkemahan, Minguk sang morning angel bangun pertama kali, ia menggeliat dan melihat sekeliling. Minguk tidur bersama Daehan  dan Appa tidur bersama Manse. Tenda triplets berbentuk seperti rumah-rumahan, bagus deh, saya baru lihat ada tenda seperti itu, bagian ini juga harus lihat sendiri, biar percaya sama saya, hehe...
Minguk tak sadar tidur bersama Daehan, ia pun membangunkan Appa dan bertanya, “Appa Daehan tidur dimana?” “Itu Daehan disamping Minguk, kalau Manse disini di samping Appa”. Percakapan ini saya interpretasikan  sendiri karena subtitlenya belum tersedia, jadi harap maklum kalau keakuratannya dibawah 50%. Subtitle TRoS hanya tersedia dalam bahasa Inggris,jadi terkadang harus buka kamus. Apabila belum ada subtitlenya maka tinggal buka mata hati dan pikiran, haha... sekalian belajar bahasa Korea gituh.
Oke, Daehan Minguk Manse sudah bangun. Appa bergegas memasak untuk sarapan. Kali ini Appa akan buat kari dicampur mie. Appa juga mencampurkan wortel dan kentang kepada kuah kari. Minguk dan Manse makan wortel mentah yang sudah dipotong oleh Appa, padahal rasanya wortel mentah kan agak gimana gitu, mereka mah lahap aja. Hmm...
Menunggu masakan Appa selesai Daehan Minguk Manse pergi bermain, Daehan bermain menangkap semut dengan botol kosong, si ganteng ini tak kalah pinter sama Minguk, ia menutup gerak semut dengan mulut botol sehingga semut langsung ke dalam botol dengan cepat, Daehan pun langsung menutupnya. Sementara Manse sibuk memetik buah yang nampaknya masih satu jenis dengan buah berry, bentuknya kecil berwarna merah dan berkelompok. Satu demi satu buah tersebut dalam genggaman Manse. Manse pun kembali ke tenda dengan berlari sambil berteriak mungkin Manse bilang gini “ Appa Manse punya buah”. Manse yang biasanya disuapi kedua hyungnya kini dengan sukarela memberikan Minguk buah tersebut ke mulut Minguk, “Ini Minguk makanlah” terjemahan yang ini saya yakin 99% bener karena saya sudah sering mendengar kalimat ini. hehe...
Manse menyuapi Minguk beberapa kali, oh Manse kamu juga semakin pintar ya. Manse juga tak lupa menawarkan buah tersebut pada hyung tertuanya, namun Daehan menolak hanya dengan gelengan kepala, Manse nampaknya sedih deh ditolak Daehan, padahal kayaknya  Manse ingin membalas perhatian hyung-nya, Manse kan sering banget minta disuapin Daehan. Lain kali ya Manse, mungkin Daehan hyung gak suka buah itu. himneseyooo!
Akhirnya mie kari pun matang, Appa dan triplets sarapan di alam terbuka. Gak sarapan, gak makan siang gak makan malam Appa sama triplets selalu lahap kalau makan, like father like son. Appa selesai makan dan membiarkan triplets menikmati mie karinya, tau gak apa yang dilakukan Appa? diam-diam Appa pergi ke belakang tenda dan menaruh beberapa bungkusan di tempat-tempat tersembunyi, seperti di balik semak, di bawah batu dan di celah dahan. Ternyata bungkusan tersebut adalah makanan dan mainan yang sengaja disembunyikan Appa agar bisa ditemukan untuk triplets, wah bagus ide bermainnya Appa, mencari harta karun!
Appa pun membekali mereka dengan kantong dan kaca pembesar khusus mainan anak untuk mencari harta karun tersebut. tak berapa lama, Daehan hyung yang pertama kali menemukan harta karun. Kemudian disusul dengan Minguk, harta karun yang ditemukan Minguk pas sekali dengannya, sebungkus permen jelly warna warni. Appa pun membukakan bungkus permen tersebut dan meminta Minguk untuk berbagi dengan kedua saudaranya. Manse sudah siap menunggu di hadapan Minguk untuk mendapat suapan permen jelly, Minguk pun meyuapi Manse, dan paman dino (kameramen). Terimakasih Mingukie...
Pencarian harta karus berlanjut, sayang si bungsu belum juga mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan harta karun. Dan akhirnya penantian Manse pun berakhir, ia mendapatkan sebungkus besar harta karun di bawah bebatuan. Manse terlihat sangat senang. Satu harta karun yang paling sulit dijangkau ada di dahan, Daehan dan Manse mencoba menjangkaunya, namun tetap tak bisa, akhirnya mereka pun menyerah. Tapi si pintar Minguk tak mau menyerah, ia mencoba mengambil ranting, namun tak bisa, Minguk pun mencari ranting yang lebih panjang namun masih tetap tak bisa, lalu ia berlari menuju tenda, dan tadaa....Minguk kembali dengan pemukul nyamuk dan akhirnya harta karun pun terjatuh disambut dengan teriakan keberhasilan dari Minguk. Ternyata isinya cokelat berbentuk kepingan uang, Appa pun menyuapi triplets hasil kerja keras dari Kkukkie. Kemping pun berakhir, kali ini Appa berhasil, hurah!
Di rumah triplets kembali bermain seperti biasa, Manse nampak sibuk dengan tempat buang air kecil anak, ternyata Manse mau pipis, ternyata triplets sekarang sudah dibiasakan pipis di tempat pipis yang sudah disediakan. Hebat! Dan yang lebih hebat, Manse membuang air kecil yang sudah penuh di tempat pipis ke kamar mandi dengan sangat hati-hati. Gitu dong Manse. Setelah itu giliran Minguk yang pipis. Wah..makin pintar yah tripletskuh.
Di hari berikutnya, Appa membawa triplets ke sebuah tempat hair and head spa untuk potong rambut, layaknya customer dewasa triplets dilayani dengan baik. Giliran pertama Manse, seperti biasa Manse nampak kalem saat potong rambut, ia fokus melihat wajahnya di kaca, mungkin Manse sekarang sadar bahwa wajahnya gini semakin gentang, haha..
Sambil menunggu giliran, Appa yang jahil memakaikan rambut palsu wanita ke Daehan, Daehan mau aja lagi, haha...alhasil Daehan nampak seperti anak perempuan yang cantik, Appa pun tak bisa menahan tawa. Dan mencium Daehan dengan gemas. Minguk yang sedang melihat-lihat model rambut dengan noona pemilik salon pun tak luput dari kejahilan Appa, Minguk pun merelakan wajah chubbynya semakin menggemaskan karena dipakaikan rambut palsu model eomma-eomma, Minguk terliahat senang dengan gayanya, ia mengira ia berubag menjadi T-Rex dan menakut-nakuti paman Dino, bukannya takut, saya yakin kameramen tersebut tak bisa menahan tawa, saya yang menonton saja dibikin tertawa terpingkal-pingkal. Lucunya Kkukkie sayang, mmuaahh...
 Saat Manse di treatment keramas, giliran Daehan hyung yang potong rambut, Daehan pun tak kalah kalem dengan Manse, Daehan duduk manis sembari melihat wajah gantengnya di kaca. Sementara Manse yang sudah ganteng lengkap dengan model rambut barunya juga tak lepas dari kejahilan Appa, kali ini Appa memakaikan rambut palsu lurus panjang untuk Manse, Hyung yang sedang sibuk memotong rambut Daehan pun tertawa melihat Manse yang berubah menjadi gadis kecil berambut panjang, Appa juga memakaikan rambut palsu ala eomma-eomma buat Manse, dan Manse pun tak kalah lucu dengan kedua hyungnya. Dasar Appa jahil...
Kini giliran Mingukie, Minguk yang selalu menangis saat potong rambut kini sudah tak lagi menangis, ia nampak senang, bahkan Appa iseng membuat rambut Minguk bergaya spike dengan hairspray. Lagi-lagi Minguk menanyangka dirinya berubah menjadi T-Rex, haduh Minguk, di kepala kamu cuma ada tyrannosaurus ya? hahaha...
Selesai dipotong, Minguk pun di treatment keramas, lucunya saat dikeramas, Minguk terlihat mengantuk dan tak bisa menahan matanya yang semakin tertutup rapat, bahkan pose duduknya pun sangat lucu, kakinya terbuka dan satu tangannya memegang hairspray, part ini juga membuat saya lagi-lagi tertawa. Selesai keramas Minguk dibuatkan model rambut yang sesuai dengan rambutnya. Rambut Minguk yang tipis memang sulit untuk dibuat model rambut terkini seperti Daehan dan Manse, namun sang penata rambut berhasil membuat Minguk terlihat berbeda.
Akhir episode 88 pun ditutup dengan penampilan wajah baru triplets yang semakin guanteng-guanteng. Siapa dulu dong Appanya? Hahaha... oke segitu dulu recap episode 87 dan 88 ya, tunggu recap TRoS lainnya ya...itu juga kalau mau nunggu..hehe...












Komentar

Postingan Populer