Sun Never Sets
“Sekarang aku tahu, bahwa ada saat yang sangat penting bahkan dalam rutinitas yang biasa kita jalani” itu salah satu monolog dari karakter Masaki Nao dalam dorama Taiyo wa Shizumanai (2000) atau dalam bahasa Inggris berjudul Sun Never Sets. Salah satu drama Jepang terbaik yang pernah saya tonton. Bertemakan keluarga, dorama yang pernah ditayangkan di Indonesia sekitar tahun 2002 ini berhasil membuat saya jatuh hati. Pertama kali menonton 13 tahun yang lalu saat saya masih duduk di bangku SMP, saya tak pernah lupa akan cerita yang mengharukan dari dorama berjumlah 11 episode ini. Selesai menonton episode terakhir Taiyo wa Shizumanai di televisi saya langsung berharap dorama ini akan diputar kembali. Namun sayang, hal yang saya harapkan tak kunjung terwujud. Alih-alih menyewa DVD-nya saya sulit menemukannya. beberapa tempat penyewaan kaset pun sudah saya datangi, dan hasilnya nol besar.
Dulu mana tahu cara download? Internet pun saya tak mahir. Saya pun mulai menyerah. Hingga pada tahun 2010, saya mencoba mencari dorama ini lagi dalam bentuk apapun itu, namun hasilnya tetap nihil. Bahkan di internet pun saya sulit menemukan link dorama ini, entah mungkin sebenarnya karena saya yang memang masih “ndeso” soal download mendownload. Meski begitu tak sedikit blogger yang menulis resensi tentang dorama sarat pesan ini, bahkan ada link untuk OST-nya. Sehingga keinginan saya pun sedikit terobati. Saya pun langsung mendownload lagunya, percaya atau tidak,soundtrack instrumental dorama ini membuat saya langsung menangis. Saya seperti terbawa ke masa lalu, mengingat kenangan masa remaja. Lagu ini juga adalah salah satu soundtrack Taiyo wa Shizumanai kesukaan saya yang paling saya ingat nadanya.
Namun penantian yang terlupakan itu berbuah manis, kurang lebih dua minggu yang lalu saya curhat sama teman saya yang mahir internet dan cakap sosial media untuk membantu saya menemukan dorama ini. Tanpa banyak berharap, saya pun tak cerewet dan berusaha sabar menunggu kabar dari teman saya tersebut.
Aplikasi BBM saya berbunyi, ternyata ada pesan dari teman saya, “hahha setelah ngubek aku dapet doramanya, gede-gede filenya tapi 11 episode. Aku udah download episode 1 sisanya link di twitter udah aku mention, satu episodenya 400mb”. Disitu saya merasa bahagia, mungkin berlebihan, tapi saya dalam keadaan setengah tak percaya. Bertahun-tahun saya mencari dan mencari , akhirnya saya menemukannya lewat bantuan sang detektif Internet (Thanks Mely ...). Menurutnya maklum saja dorama ini sulit dicari karena sudah terlalu lama, beberapa link yang ada pun banyak yang sudah tidak aktif.
Tapi saya tak perlu galau lagi, karena saya sudah mempunyai doramanya sekarang. Bahkan saat saya menulis ini saya sudah menontonnya hingga episode terakhir. Rasanya bahagia bercampur haru. Bahagia karena bisa nonton lagi dorama ini, mengharukan karena alur di setiap episodenya membuat saya harus menyiapkan tisu di samping saya.
Saya juga sangat menyukai pemeran utamanya, Hideaki Takizawa. Beliau adalah penyanyi sekaligus aktor dari salah satu manajemen ternama di Jepang. Saat main di Taiyo wa Shizumanai, aktor kelahiran tahun 1982 ini masih berumur 18 tahun. Sekarang Takki sudah berusia 33 tahun, kalau dibandingkan dengan Takki yang sekarang sudah pasti saya akan memilih Takki saat menjadi Masaki Nao. Biar begitu Takki yang sekarang masih ganteng dan memesona kok.
Taiyo wa Shizumanai bercerita tentang perjuangan seorang anak lelaki dari keluarga sederhana penjual Okonomiyaki dalam menemukan keadilan atas kematian Ibunya. Namanya Masaki Nao, ia kini tinggal bersama Ayah dan kedua saudara perempuannya, seorang kakak dan seorang adik.
Nao pada awalnya termasuk anak yang cuek dan dingin. Nao selalu protes jika Ibunya memberikan perhatian padanya. Ia tak ingin diperlakukan seperti anak kecil dan diberikan perhatian berlebihan. Namun ia berubah setelah ia mengetahui ibunya meninggal dunia akibat mal praktek salah satu rumah sakit. Sehari sebelum ibunya meninggal, Ia berpesan pada Nao untuk rajin belajar. Seperti biasa Nao hanya menanggapinya dengan dingin, saat itu ibunya terlihat sangat sehat. Namun ternyata hari itu adalah hari terakhir Nao melihat wajah ceria ibunya, karena saat pulang sekolah ibunya tak kunjung pulang, Nao dan keluarga yang mengira ibunya hilang pun hanya bisa menunggu kabar dengan cemas. Esoknya Nao dan keluraganya langsung mendapatkan kabar tentang keberadaan ibunya dari rumah sakit. Namun saat tiba di rumah sakit Nao hanya bisa melihat jasad ibunya yang sudah terbujur kaku. Dokter memberitahukan bahwa Ibu Nao meninggal akibat kelelahan bekerja. Betapa rasa tak percaya menyelimuti Nao. Karena semuanya seperti mimpi, begitu cepat dan tak pernah sedikitpun terbayangkan olehnya. Namun Nao mencoba memahami keadaan yang sedang dialaminya saat ini.
Saat ibunya dikremasi Nao dan keluarga menemukan pisau bedah bersama abu ibunya. Nao dan keluarga pun mendatangi rumah sakit dan meminta penjelasan. Namun pihak rumah sakit mengelak akan bukti yang ditemukan Nao tersebut. Bahkan direktur rumah sakit itu menawarkan sejumlah uang karena mereka mengira kedatangan Nao dan keluarganya hanya untuk uang. Mendapat perlakukan tersebut Nao semakin yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi dibalik kematian ibunya.
Jika saya jadi Nao tentu saya pun akan curiga, saya juga akan merasa sakit hati diperlakukan seperti itu, apa keadilan hanya bisa didapatkan orang yang berduit?. Hanya karena status sosial perlakuan yang didapat pun akan berbeda. Jika kau kaya akan diperlakukan dengan baik, jika kau miskin perlakuan baik mungkin hanya menjadi angan-angan. Bahkan di Indonesia hal seperti ini sudah lumrah terjadi.
Sosok Nao disini begitu berkarakter, anak muda cuek yang berubah seketika. Ia jadi peka terhadap keadaan sekitar. Saya juga teramat jatuh hati dengan karakter Nao. Dari cara pandang saya sosok Nao tak seperti karakter anak muda kebanyakan. Tegar, kuat, dan menjadi pelindung keluarga. Namun begitu Nao juga manusia, ia tak lepas dari rasa sedih dan bisa menangis. Nao lalu banyak belajar dari kematian ibunya. Bagaimana menghadapi hidup, melewatinya dan mensyukurinya.
Singkat cerita, Nao bertemu dengan seorang pengacara wanita bernama Kirino Setsu. Firma hukum Kirino terletak di kompleks rumah Nao. Kirino pernah sesekali melihat Ibu Nao berlari pagi bersama anjingnya. Kirino melihat sosok ibu Nao yang sangat ceria dan ramah. Saat berkunjung dan mengucapkan belasungkawa Kirino mendengar cerita Nao tentang kejanggalan kematian ibunya. Kirino pun menawarkan bantuan hukum pada Nao. Nao awalnya menolak karena ia tak sanggup membayar jasa Kirino, akan tetapi Kirino bersedia membantu Nao secara sukarela. Semenjak itu Kirino dan Nao berusaha keras untuk menguak semua kejanggalan yang dirasakan Nao. Bagaimana ibunya bisa sampai ke rumah sakit dan apa penyebab kematian ibunya.
Perjuangan Nao dan Kirino tentu banyak melewati hambatan, mulai dari rumitnya hubungan pertemanan Nao dengan anak direktur rumah sakit yang menyebabkan ibunya meninggal dunia, sampai perlawanan curang dari pihak rumah sakit. Tentu saja jika ingin melihat akhir cerita yang mengharukan ini harus menonton langsung doramanya. Saya jamin tak akan menyesal, karena dorama ini spesial, spesial pakai pesan.
Saya juga mendapat pesan dari drama negeri Sakura ini. Pertama, bahwa kehidupan kita ini sangat berharga. Berharga saat kita bisa berkumpul dengan keluarga, berharga saat kita masih bisa merasakan kehangatan pelukan ibu kita sekaligus menatap wajah cantiknya, berharga saat kita masih bisa mendapatkan nasihat-nasihat baik dari Ayah kita, berharga saat kita masih bisa bercanda dengan saudara-saudara kita. Jadi saat kita masih bisa melakukan banyak hal dengan keluarga maka lakukanlah. Bahkan jika seseorang ditakdirkan tak mempunyai keluarga, kehidupannya tetap berharga, karena ia diberikan kehidupan.
Kedua, seperti monolog karakter utama yang sudah saya tuliskan di awal, bahwa dalam rutinitas kita sehari-haripun banyak hal penting yang terjadi, jadi jangan pernah lewatkan hal-hal penting tersebut, tentunya dengan cara mensyukuri dan merenungkannya. Karena kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, mungkin saja yang terjadi hari ini akan memberikan kita penyesalan di masa depan atau bahkan sebaliknya, apa yang kita alami hari ini akan mendatangkan kebahagiaan di masa yang akan datang.
Hari ini kita anggap biasa saja, tak berkesan atau mungkin layaknya rutinitas biasa, namun siapa tahu suatu hari nanti kita akan mengingat hari ini dan menyadari bahwa ada hal penting yang kita lewatkan. Tentu saya juga masih belajar menerapkannya. Karena saya juga masih belum bisa menghargai setiap hari yang diberikan Allah Swt, saya hanya melewati hari demi hari layaknya melewati sebuah genangan air yang terlihat biasa saja. Begitu cepat, meloncat, dan melangkah pergi, saya tak memerhatikan bahwa ada refleksi awan yang indah di genangan tersebut. Intinya, dalam keadaan apapun kita harus selalu bersyukur. Betul?



boleh di bagi link yang masih hidup dan ost nya? aku sudah cari di manapun nggak ada. Kangen banget nonton dorama ini dan denger ostnya karena tahun 2002 lg cinta banget sama takky. Makasih :)
BalasHapushttp://t.co/s8n8sQzfLh ini link doramanya
BalasHapushttp://mp3yum.biz/mp3/x7e2e7a0269/%E6%9C%A8%E6%BC%8F%E3%82%8C%E6%97%A5 ini salah satu link untuk download ost nya...
Sya juga sdh lama cari ni drama tp ga nemu2 soalnya saya ga tau judulnya, sya baru tau setelah baca artkel ini
BalasHapusiya, mungkin karena ini dorama lama jadi susah nyarinya
Hapus