K-POP, Drakor dan Saya
Berawal dari masa-masa indah di kampus beberapa tahun lalu. Saya tetiba "berkenalan" dengan k-pop. Entah darimana asalnya (kayaknya dari temen kampus, kalau enggak ya temen kostan) tapi tanpa saya sadari di laptop saya penuh dengan lagu-lagu korea, ditambah lagi dengan dramanya. Sebenernya drama korea terlebih dulu dikenal lewat beberapa stasiun televisi. Dan saya juga termasuk penyuka drakor kala itu, yaaa jamannya Winter Sonata atau Autumn in my Heart. Sekarang, bertahun-tahun kemudian k-pop maupun drakor udah jadi santapan harian remaja dan dewasa muda yang tentunya suka Korea. Dewasa muda itu ya seperti saya ini..hahaha, Bahkan kini, selain k-pop dan drakornya, variety shownya pun tak kalah keren.
- Alasan suka Korea mungkin mudah ditebak, pasti karena aktor atau idol nya ganteng dan cantik. Iya betul itu gak salah. Tapi kalau ganteng dan cantik doang apa cukup? Tentu tidak!!. Lalu muncul alasan lain, yaa karena mereka aktingnya oke, suaranya bagus, dance nya keren, jago bikin lagu. Khusus untuk drakor akan ada alasan lain lagi, ceritanya seru, alurnya antimainstream, setting tempatnya memorable, daaaan banyak lagi. Alasan-alasan itu juga menjadi alasan saya suka hal-hal berbau Korea. Tapi fyi, saya bukan termasuk k-popers yang ilmunya "sampai ke Cina". Saya juga gak ikut fandom manapun (meski dulu hampir jadi Inspirit hehe). Kok gitu? Gak loyal dong? Iyaa emang. Saya mah gitu orangnya. Saya gak terpaku suka sama satu boygrup atau satu aktor doang. Tergantung kalau lagu atau dramanya sesuai sama selera saya, saya pasti suka. Tapi saya suka aktingnya Kim Woo Bin, So Ji Sub, Jung Hae In, Go Ah Sung, Kim Hyang Gi, Lee Da Hee, Kim So Hyun, Jung Kyung Ho, Park Sung Woong, Byun Yo Han dan aktor pendatang baru Ong Seong Woo, Lee Jae Wook. Saya selalu menyempatkan download drama yang casts nya mereka. Kalau boygrup saya suka karyanya Infinite, BigBang, iKon, Exo, CN Blue, BTS. Nah kalau variety show saya suka nonton Running Man, Law of Jungle dan Idol Room.
Pada dasarnya saya suka musik, entah itu pop, ballad, rock, hiphop, jazz, apapun itu selama telinga dan hati saya bisa menerima, mau lagu dalam negeri, barat, India, Jepang dan pastinya Korea.
Saya juga suka nonton, entah itu genre keluarga, fantasi, misteri, horor, thriller, komedi, selama mata dan hati saya bisa menerima.
Nah, karena itulah kenapa saya pun bisa menerima "kehadiran" k-pop dan drakor dalam hidup saya, hehe. Intinya saya ini hanya seorang pengapresiasi karya, apasihh?. Tapi betul, saya sangat mengapresiasi kerja keras mereka yang perlu waktu bertahun-tahun trainee untuk debut sebagai idol, perlu casting berpuluh-puluh kali untuk debut sebagai aktor. Setelah berhasil debut jadi idol atau aktor mereka pun bisa dikenal karena menghasilkan karya, entah itu album yang booming sampai seluruh dunia atau drama yang juga dikenal di mancanegara. Korea juga didukung oleh penulis dan sutradara yang oke, so its almost perfect!
Lah emang gak ada kurangnya? Hmmm.. Seperti yang saya bilang, itu mendekati sempurna, bukan berati gak ada kurangnya. Di dunia ini gak ada yang sempurna meeenn!! Karena perbedaan budaya, banyak sekali hal-hal yang bisa menjadi "kekurangan" bagi kita sebagai penyuka Korea.
Emang sebagai penyuka drakor dan k-pop kamu bakal tenang dan nyaman mengapresiasi karya-karya mereka? Jawabannya... Enggak!!
Pernah disebut alay? Pernah disebut (maaf) penyuka plastik? Pernah dong... (plastik itu sebagai sindiran, karena operasi plastik sudah menjadi trend di Korea) Bahkan mungkin lebih parah dari itu. K-popers banyak, tapi haters-nya pun gak sedikit. Saya kadang bingung, gak mengerti dan gagal paham. Mungkin karena ilmu saya yang masih cetek. Tapi wahai saudaraku, saya termasuk orang yang sangat menghargai pendapat orang lain, bahkan jika pendapat itu sangat bertolak belakang dengan pemikiran saya pun saya akan tetap menghargainya. Asaaaaal...asalkan pendapat itu disampaikan dengan sopan, ditulis dengan diksi yang baik, diucapkan dengan kata dan suara yang enak didengar.
Gak apa kalau cara pandang kita beda, toh semboyan kita kan bhineka tunggal ika. Betul?
Back to the topic, saya seringkali menemukan komentar-komentar negatif berbau sara tentang k-pop di media sosial. Dan disitu saya suka gemes, pengen ikut ngomen, tapi takut kebawa emosi. Saya istighfar aja sambil senyum. Apalagi kalau ada komentar yang disangkutpautkan dengan agama. "Idola itu Rasul bukannya plastik" katanya. Bahkan mereka juga seolah mengkafirkan orang lain, ditambah lagi dengan kata-kata kotor lainnya. Disitu saya merasa sedih. Buat saya Rasulullah SAW itu tiada tandingannya, tidak sepantasnya dibandingkan dengan sesuatu yang hanya berlaku di dunia yang fana ini. Kalau mereka mencintai dan menggumi Rasul seharusnya mereka juga meneladani sifat dan sikap Rasul, cobalah kembali membaca kisah dan sejarah,
bagaimana Rasulullah memperlakukan non-muslim, apa pernah Rasul menghina? Bahkan saat Rasul dihina pun Rasul tidak pernah membalasnya. Dalam pemahaman saya Islam itu damai dan indah. Titik.
Terkadang kita selalu merasa benar, ya itulah manusia. Dalam tulisan ini pun saya bisa saja merasa benar. Tapi belum tentu juga kan menurut kalian? Tapi (lagi) tenang...saya sudah berusaha sebaik mungkin menyampaikan pendapat saya, dan apabila ada yang salah mohon dimaafkan dan dikoreksi.
Kita boleh suka sesuatu tapi jangan berlebihan, kita boleh gak suka sesuatu tapi jangan juga berlebihan. Buat saya menyukai k-pop atau drama dengan cara mengapresiasinya, digunakan sebagai sarana hiburan untuk mengisi waktu luang, dan tidak berlebihan, itu sah-sah saja. Jangan sampai gegara nonton drama korea kamu jadi lupa ibadah, lupa makan, lupa mandi. Jangan sampai gegara pengen nonton konser ngerengek dan maksa minta uang ke mami dan papimu. Selain itu budaya Korea dan budaya kita itu beda, jadi kamu bakal menemukan banyak hal-hal yang mungkin bertolak belakang dengan budaya atau kebiasaan yang ada di negara kita. But... Its okay lagi, kita bisa ambil positifnya dan buang yang jeleknya. Jangan mentang-mentang oppa atau ahjussi rasa oppamu ganteng kamu ngikutin apapun yang jadi kebiasaan mereka. Anggap aja kamu sedang mempelajari budaya dan kebiasaan di negara lain.
Intinya hayuk kita saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain, dan jangan sampai kalian mencintai sesuatu melebihi cinta kalian pada sang pencipta, Allah Swt.
K-pop atau drakor itu boleh saja kita sukai, tapi jangan sampai membawa kita ke hal-hal yang negatif. Selagi k-pop dan drakor bisa memberikan dampak positif yang oke ajalah yaaa...K


Komentar
Posting Komentar