Berangkat dari Tackey Berlabuh di Ryuta

Sebenarnya di usia saya yang sudah tidak muda lagi ini agak aneh membicarakan tentang sosok yang digemari atau yang orang banyak bilang idola, tapi saya adalah produk 90an yang besar di tahun 2000an, tahun dimana terjadinya era globalisasi yang sangat besar. Berbagai macam budaya luar secara terang-terangan marak memasuki negara kita melalui berbagai macam element, mulai dari musik, drama, hingga variety show-nya. Bahkan sampai tahun 2016 ini, si Globalisasi terus menerus menerobos barikade pertahanan tanah air yang memang masyarakatnya mudah mencontoh dan terlena mengikuti perkembangan zaman yang dianggap keren. Tak bisa dipungkiri saya juga termasuk sejenis manusia kepo yang penasaran akan segala macam hal. Maka dari itu saya membuka pemikiran seluas luasnya untuk memilah-milah mana sajakah yang patut saya kepo-in. Termasuk sosok-sosok artis luar yang menarik dimata saya. Dan mereka berasal dari negara matahari terbit, Jepang.
Bicara tentang Jepang, maka saya adalah orang pertama yang akan ikut nimbrung membicarakannya. Tentu saja, karena saya suka sekali negara ini. Selain sakura dan momijinya, jepang punya beribu daya tarik bagi saya, kuliner, musik, dorama dan budayanya membuat saya teramat jatuh hati. Meski sekarang, Korea Selatan yang masih menjadi primadona, hehehe...
Kembali ke sosok idola, Hideaki Takizawa adalah idola pertama saya saat menginjak bangku SMP (bahkan Tackey adalah orang pertama yang fotonya saya download dari internet dan saya simpan manis di galeri foto ponsel) Karena waktu SD saya merasa gak punya idola, di pikiran saya saat itu hanyalah belajar, dapat nilai bagus lalu menjadi populer, hahaha becanda. Tapi memang saat SD saya sangat culun dan kutu buku. Itu dulu ya, setelah dewasa saya malah kurang suka baca, entahlah.

Hideaki Takizawa

Alasan saya menyukai Tackey adalah karena dorama Taiyo wa Shizumanai yang sudah saya pernah tuliskan previewnya bersama dengan sejarah perjuangan saya untuk bisa menonton lagi dorama yang tayang tahun 2000 tersebut. karakter Tackey sebagai Nao Masaki membuat saya klepek klepek pada saat itu, karakter anak SMA yang kuat dan rapuh pada saat yang bersamaan, saat memerankan tokoh Nao, Tackey masih berusia 18 tahun, dan saat saya menonton doramanya saya masih berusia 12 tahun karena dorama tersebut tayang di Indonesia tahun 2002. Dulu saking ngefans-nya saya pernah berkhayal punya pacar kayak Nao Masaki, hahaha ...
Selain aktor, Tackey juga seorang penyanyi, dia bahkan punya rekan duet bernama Tsubasa, multi talenta banget lah ini orang, namun seiring berjalannya waktu Tackey juga sama seperti saya, semakin menua, dan eksistensinya pun tidak secemerlang saat masih muda, banyak artis-artis jepang baru bermunculan dan terkenal namun sayangnya tak ada lagi yang bisa menarik perhatian saya.
Dan selama bertahun tahun saya hanya punya satu idola dari jepang. Hingga setelah delapan tahun lamanya tepatnya pada tahun 2010, saya menonton film jepang bersama teman kampus saya yang bernama Sonia (nama ini akan sering muncul di paragraf-paragraf berikutnya, karena beliau adalah salah satu teman saya yang paling asyik saya ajak berbagi berbagai macam hal, mulai dari hal yang serius sampai obrolan gak penting pengusir lelah, termasuk obrolan yang bertemakan idola atau kegemaran). Saya pun kembali menemukan sosok yang menarik perhatian saya, dia adalah pemain utama laki-laki dalam film berjudul Kimi Ni Todoke tersebut, namanya Miura Haruma.

Haruma Miura

Dia memerankan sosok Kazehaya Shouta, anak SMA yang menyenangkan dan tentunya tampan. Tapi  saya tidak terlalu lama menyukai sosok Miura, karena saya lebih tertarik pada pengisi soundtrack film tersebut. Musik dan suara penyanyinya seperti merayu saya untuk kembali menjadi manusia kepo, dan ternyata pengisi soundtrack Kimi Ni Todoke itu adalah sebuah band dengan empat personil bernama Flumpool, judul lagunya sama seperti judul filmnya. Singkat cerita, saya kepoin segala hal tentang Flumpool, mulai dari karya mereka hingga personilnya, khususnya sosok sang vokalis utama dan juga memegang posisi gitar, Ryuta Yamamura.

Flumpool

Kenapa saya tertarik dengan sosok Ryuta? Begini ceritanya, Jika kita mendengarkan sebuah lagu berbahasa asing tentunya tidak afdol kalau kita tidak mengetahui makna dari lagu itu kan? meskipun buat saya, kalau musiknya masuk selera saya mah yaaa ... oke oke saja biarpun gak paham liriknya, tapi akan lebih baik jika kita paham liriknya, bagaimana kalau musiknya asyik tapi ternyata liriknya mengandung hal-hal negatif? Bisa saja kan?. Maka dari itu saat saya mencari arti dari salah satu lirik lagu Flumpool yang saya sukai,  saya begitu terkesan dengan makna dari lirik lagunya, sooo...awesome!. mulai dari situlah saya tertarik pada pencipta liriknya. Dari semua lagu Flumpool yang saya tahu, hampir 99 persen lirik lagu adalah hasil karya Ryuta-kun, sedangkan musik hampir 99 persen juga dibuat oleh Kazuki Sakai sang gitaris utama (1%-nya saya sisakan, barangkali saya terlalu sotoy alias sok tahu). Dan dua personil lainnya adalah bassist dan drumer yang juga tak kalah keren, Genki Amakawa dan Ogura Seiji. Flumpool merupakan band yang katanya beraliran pop rock (meski menurut saya mereka punya aliran sendiri, yaitu aliran Flumpool yang khas), dibentuk tahun 2007 di Osaka. Sebelumnya mereka membentuk band dengan beberapa kali mengganti nama. For ur information, mereka itu tadinya teman sepermainan sedari kecil kecuali Seiji (bergabung setelah menjadi Flumpool)
Di tulisan ini saya hanya akan membahas tentang sang vokalis Ryuta Yamamura, karena sosok kelahiran tahun 1985 ini bisa jadi menjadi kandidat utama  pengganti  posisi Tackey di hati saya, hahahaha ....

Ryuta Yamamura

Laki-laki bertinggi 171 cm ini jago banget bikin lirik yang jenius dan positif. Setiap lirik yang melengkapi lagu Flumpool seolah memiliki kekuatan yang membuat lagu-lagunya keren. Entah keistimewaan apa yang ada di otak Ryuta-kun ini. Kata demi kata yang dirangkai Ryuta sangat mewah. Kenapa mewah? Karena Ryuta tak pernah sembarangan menulis sebuah lirik lagu, kalimat yang ia tulis selalu mengandung makna dan pesan. Setelah dikawinkan dengan melodinya maka menjadilah ia lirik lagu yang brilian. Berlebihan ya? tapi memang itu yang saya rasakan. Lagu-lagu flumpool memang mempunyai energi positif bagi pendengarnya. Gak percaya? teman saya Sonia pun merasakannya, iya kan Son?. Kadang saking briliannya, jika kita ingin memahami makna dari lagu Flumpool kita harus mengulang-ulang membaca bait demi bait liriknya. Saya saja sering salah menafsirkan lirik yang ditulis Ryuta jika tidak membacanya berulang kali. Tapi itulah keistimewaan Ryuta-kun, ia punya gaya menulis yang khas.
Bagi saya, lagu-lagu Flumpool itu terbagi menjadi dua jenis lagu, yang pertama jenis lagu “love at the first sight”, dan yang kedua, lagu witing tresno jalaran soko kulino (cinta muncul karena terbiasa). Jadi sangat kecil kemungkinan lagu Flumpool itu jelek atau tidak enak didengar. Dari semua lagu yang pernah saya dengar mungkin hanya hanya satu atau dua lagu yang tidak masuk selera saya. Selebihnya saya langsung jatuh cinta sama lagunya atau saya akan jatuh cinta dengan lagunya setelah mendengarnya beberapa kali. Dari keseluruhan lagu Flumpool yang keren-keren ada beberapa yang menjadi juara di hati saya. Tentunya lagu-lagu ini membuat saya “jatuh cinta pada pandangan pertama”. Selain musiknya yang bagus liriknya pun keren. Diksi yang dipilih Ryuta memang tak pernah mengecewakan.
Shashou (Car Window), menceritakan tentang kesedihan seseorang akan perpisahan dengan orang yang dicintainya, meskipun masih ada rasa cinta, ia memilih untuk mengakhirinya karena takut akan lebih melukai orang yang dicintainya itu. Maka dari itu ia selalu mendoakan agar orang yang dicintainya tersebut bahagia meski bukan dengannya. Lagu ini termasuk lagu melow, dengan petikan gitar yang dominan.
Over the Rain, lagu ini menjadi soundtrack dorama Bloody Monday yang juga dibintangi Miura Haruma dan Takeru Sato. Lagu ini mengajarkan kepada kita untuk tak boleh lekas menyerah dan tidak boleh berhenti bermimpi, meskipun dalam menggapai mimpi itu kita harus mendapatkan luka kita harus tetap berusaha untuk meraihnya. Meski musiknya melow namun lirik dari lagu ini membuat kita kembali bersemangat dalam meraih mimpi.
Hana Ni Nare (Become a Flower), musik dalam lagu ini sangat keren, dibuka dengan alunan biola yang tegas. Lalu musik berubah menjadi lebih bersemangat. Menceritakan tentang seseorang yang ingin bangkit dari keterpurukan dan ingin menjadi orang yang berguna di masa depan (untuk lagu ini musik dan liriknya diciptakan oleh Momota Rui)
Hoshi No Negai Wo, musik pembukanya sedikit nge-Rock, tapi melodi yang dilantunkan Ryuta sangatlah terasa lembut. Lagu ini mengisahkan tentang kerinduan seseorang kepada orang yang tidak lagi bersamanya. Ia pun mengingat-ingat kembali kenangan indah yang pernah mereka lalui bersama. So suit.
Ure Romantic, lagu ini termasuk single baru Flumpool di tahun 2015, musik di lagu ini sangat ceria, membuat kita ingin menggoyangkan kepala dan menggerakan badan mengikuti iramanya, sesuai dengan musiknya, liriknya pun membuat kita bersemangat, bahwa hidup ini memang harus dijalani dengan semangat seperti apapun keadaannya.
Dan beberapa lagu lainnya yang tak kalah keren, ada Akashi, Harukaze, Reboot, Tsukyoku Hakanaku, Present, Frame, Zanzou, Hydrangea, Mitsumetetai, Merry Go Round,  Just Like Happiness, Bookstore on The Hill, Daisuki Datta, My Home Town, Kimi ga Itakara, Donna Mirai Ni Mo Aiwa Aru, Snow Nights Serenade, Kimi ni Todoke, Kotoshi No Sakura, Dear Mr & Mrs Picaresque, dan masih banyak lagi, saya lupa dan gak sanggup kalau kalu harus nyebutin semua lagu Flumpool. Sampai saat ini  Flumpool sudah menelurkan lima album, kalau single saya gak ngituingin, karena sudah terlalu banyak, hehehe .... Flumpool juga beberapa kali membuat DVD dari konser mereka di beberapa Negara, seperti Taiwan, Singapura, dan Jepang tentunya. Kalau gak salah mereka juga punya buku (kalau gak salah berarti benar)
Oh ya penafsiran saya tentang beberapa lagu Flumpool diatas murni dari pandangan dan pengetahuan pribadi saya saja, mungkin di luar sana banyak orang yang menafisrkan lagu-lagu tersebut dengan cara pandang yang berbeda.
Selain jenius menciptakan lirik dan punya suara yang khas (Ryuta pernah menjalani operasi polypectomy di tahun 2010, tapi operasi itu gak membuat suaranya berubah, malah pasca operasi suaranya semakin oke), beliau juga punya fisik yang tampan dan menarik, saya juga gak munafik kok, sebagai wanita normal saya akan bilang kalau Ryuta itu ganteng dan memesona. Ia juga punya gaya yang khas saat menyanyi, yaitu gerakan bola matanya yang membesar saat menekankan makna sebuah lirik lagu yang sedang ia nyanyikan ( aaak...he is so cute when he opens his eyes widely, kekeke ...). Selain itu dia juga punya aksi panggung yang oke punya. Para poolsider (fans flumpool) pun sangat tertib apabila sedang menonton konser Flumpool. Jika sedang mengadakan konser, entah indoor ataupun outdoor, Flumpool dan Poolside akan menjadi kolaborasi yang keren. Saya saja suka kabita alias kepingin ada di arena konser dan menjadi bagian dari Poolside. Saya aminkan doa Sonia, semoga jika ada umur dan rezeki kita bisa nonton konsernya Flumpool.
Dari berbagai sumber yang sudah saya jelajahi, bagi saya sosok Ryuta adalah sosok yang ramah dan humoris. Ia juga sangat ekspresif. Terlihat dari bagaimana ia menyapa para fansnya yang biasanya selalu stanby di Bandara (fans sejati selalu punya schedule Flumpool terupdate, kalu saya mah apa atuh?), dengan senyuman lebar ia melambaikan tangannya, membuat para poolsider berteriak histeris. Begitupula saat interview dengan beberapa media, ia selalu bisa merespon  guyonan  MC. Apalagi jika Kazuki ikut menimpali maka suasana pun akan semakin penuh tawa (Kazuki merupakan member Flumpool yang pandai menciptakan kelucuan) Selain itu dilihat dari lirik lagu ciptaannya yang penuh pesan semangat dan kepedulian sosial, saya rasa Ryuta-kun merupakan sosok yang hangat dan mempunyai hati yang lapang. Kabarnya lagu Akashi juga dedikasikan untuk para korban tsunami Jepang yang terjadi pada tahun 2011 (mudah-mudahan infonya betul). Lirik lagunya memang begitu menyentuh. Bahkan Flumpool dan label rekamannya pun memberikan sumbangan ke palang merah Jepang, uang sumbangan itu diperoleh lewat uang hasil penjualan tiket konser Flumpool. We o we kan?. Namun, lagi-lagi ini hanya penilaian saya secara pribadi, faktanya? Hanya Ryuta dan Tuhan yang tahu.
Selain sama-sama mempunyai golongan darah A, saya dan Ryuta juga punya satu persamaan lagi (sombooong ... ) kami sama-sama menyukai band legend dari Inggris, The Beatles. Mungkin juga John Lennon dkk-lah  yang menjadi inspirasi bungsu dari tiga bersaudara ini dalam menulis lirik lagu. Karena yang saya tahu lagu-lagu Beatles juga sarat makna dan pesan. Kalau diliat dari formasi saja sama, Flumpool dan Beatles sama sama terdiri dari empat personil. Saya pernah melihat perform Flumpool di youtube menyanyikan lagu milik The Beatles yang berjudul In My Life, yang juga lagu kesukaan saya. Banzai!
Sampai saya menulis tulisan ini pun saya sedang intens membicarakan flumpool dengan Sonia, karena tepatnya di tanggal 16 Maret mendatang, Flumpool akan merilis album terbaru setelah 3 tahun lamanya. Meskipun selama tiga tahun ini flumpool rajin mengeluarkan single, tapi perasaan tak sabar dan penasaran tak juga lekang akan wujud album yang bertajuk EGGS ini, cie..elaaaaah ...

Ryuu

Kembali ke Ryuta-kun, vokalis asal Matsubara, Osaka ini sering banget “dieksploitasi” sama music video director-nya, mungkin karena Ryu adalah seorang vokalis dan punya fisik yang charming in a masculine way, hehehe. Mulai dari pengambilan secara  close up, sampai durasi yang hampir diembat habis untuk pengambilan gambar yang terkesan khusus bagi Ryuta. Sedangkan personil yang lain hanya muncul sesekali. Mungkin dari lamanya durasi MV Flumpool, 70 sampai 80% gambar yang muncul hanyalah Ryuta seorang, gak masalah kok saya mah seneng-seneng aja, hehe ...
Nampaknya saya udah terlalu banyak berkoar-koar tentang Ryuta-kun. Semoga sisi positif dari Ryuta-kun bisa saya jadikan contoh. Begitu pun dengan karya-karyanya, semoga selalu bisa menghibur sekaligus memberikan semangat untuk orang-orang yang sering galau seperti saya ini. hehehe ...
Oh ya ada pesan dari pak Ustad, bahwa kita itu jangan sampai mengidolakan manusia secara berlebihan, karena mengidolakan sama dengan memberhalakan, maka dari itu mengutip perkataan teman yang bernama Sonia bahwa kita cukup dengan mengapresiasi ciptaan Tuhan, dan ambilah sisi positifnya, karena tak ada manusia sempurna. Maka dari itu saya berterimakasih kepada Tuhan karena sudah menciptakan Ryuta dengan segala keistimewaannya di dunia ini. Jika kata-kata saya di atas terkesan terlalu memuji secara berlebihan maka itu hanyalah pemilihan diksi sekenanya agar tulisan ini lebih menarik hehe ... Dan pesan dari saya, Sekeren apapun idola kita, lebih keren lagi Penciptanya. Jadi jangan sampai kalian mengidolakan seseorang secara berlebihan ya gaesss....



Komentar

Postingan Populer